Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Tuesday, December 15, 2015

Partner Pilihan

Hai, maaf lama nggak nulis blog.
I've been busy with my own schedule.
Hari ini aku mau berbagi cerita tentang lovelife.
Aku tertarik membahas ini setelah menghibur beberapa sahabatku yang sedang kehilangan cerita cintanya.

You know...
semakin dewasa usia, kita makin dihadapkan oleh banyak pilihan.
Hei anak SMA diluar sana, kalian sungguh beruntung. Kalian belum terhimpit usia seperti kami yang sudah memasuki usia kepala dua.
Beberapa temanku mulai menyesali kenapa mereka memilih pasangan mereka.
Kalian tau?
Sungguh tidak mudah jadi orang dewasa.
Relationship tidak lagi semenyenangkan masa-masa dimana kalian hanya berpikir nonton, jalan, dan makan.
Kini lebih mengenai prinsip.
Iya, prinsip hidup...
Banyak dari teman-teman saya yang sudah dua sampai tiga bahkan ada yang lebih, tahunan bersama orang yang mereka anggap tepat, dan selanjutnya ketika berada di persimpangan jalan, mereka memilih berpisah.
Kenapa?
ya, itu. Prinsip yang memusingkan itulah penyebabnya.
Mereka nggak mau, ketika sudah saatnya nanti mendapatkan akta sah pada akhirnya menyerah di meja hijau.
Kalian tahu apa yang saya lakukan?
well...
saya berusaha menenangkan. Hanya itu yang bisa saya lakukan sebatas sahabat.

Karena sejatinya, teman hidup adalah teman yang bisa mengiring kita menjadi who we are. Not what they want us to be.
Seharusnya diciptakan untuk saling mendukung, bukan memusnahkan satu sama lain.

Terimakasih sudah mendengarkan cerita penghujung akhir tahun.
Sampai jumpa lain kali.

-Ditulis sambil menatap langit-langit kamar 
Ainun

Friday, August 7, 2015

Koas (?)

I'm writing this... di detik-detik mulai galau karena yudisium.
Heyho everyone, long time no see~ sehat? :)
Mungkin bakal kurangkum dalam beberapa point cerita gimana 2015 ku berlangsung.
There were a lot too learn.
Dari mulai persahabatan yang retak, teman yang entah dimana, bagaimana kamu harus bisa bersabar menghadapi nasib yang tidak menentu, dan sebagainya.

Don't know where to start.
Lucu ya, waktu kamu tahu kamu udah disini. Di titik ini. Rasanya empat tahun berlalu begitu aja.
Dulu, pas awal kuliah, aku nggak menyangka akan segitu perjuangannya demi menolong orang lain.
Kalau bisa di ulang, mungkin banyak teman-temanku yang tumbang dan beralih cita-cita :))
You know, being a doctor is a lot suffering way.
Mereka yang diluar, mana bisa tahu perang apa yang terjadi di dalam.
Our world feels like a battle field.
Dan aku bagaikan prajurit kecil yang pertamanya nggak tahu apa-apa,
disuruh pegang senjata, diisikan amunisi, and here I am now...

Gimana rasanya, kalau ini impianmu sejak kecil, dan kamu merasa berat di tengah jalan?
Rasanya kayak pengen sampai di ujung, tapi ternyata kamu masih di tengah-tengah dan ini belum final.
You would understand that. Mungkin buat yang mau masuk FK, pikir ulang sebelum terlambat.
Pikirkanlah waktu 6 tahun yang akan kamu jalani nanti.
Is it worth enough?
4 tahun di FK, menurutku sudah cukup memberikan pendidikan karakter. Tentang cara bersikap, berperilaku, cara berdandan, cara belajar, apapun.
Mau tahu gimana ? Just go inside, before judging someone.
Termasuk... kalau pasangan kalian anak FK, tolong jangan dimarahin, atau dicela ketika dia jatuh :")
you don't know how hard the battle is. Even you're a medical student yourself.
Hal yang kelihatan ringan dimatamu, belum tentu sama ketika dirasakan orang lain.

Terakhir ,
Untuk semua sejawat yang sedang berjuang, untuk semua orang yang sedang membangun mimpinya,
Ketahuilah, kamu nggak sendirian.
Ketika tidak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud :)
  
And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah, you bleed just to know you're alive

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

 -Goo goo dolls, Iris.
Kota Pelajar,
7 Agustus 2015

Friday, November 28, 2014

Surat untuk Esti Kinasih : a writers block or a rollercoaster ending?

hai mbak esti :)
it's such a nice day to write this letter to you.
Saya nggak tahu apakah mbak nanti membukanya atau nggak.
But , let me write this time..
Saya pengagum novel mbak dari dulu, dari saya masih SMP.
Kemudian, ketika saya SMA, saya benar-benar dibikin jatuh cinta dengan karakter yang mbak tulis.
Banyak inspirasi yang saya dapatkan dari mbak , well thanks to you,
I got my own idea now. Saya akhirnya bisa selangkah lebih maju dari sekedar membaca,
saya mulai menulis cerpen :)
dan akhirnya, saya menemukan hobi saya ketika sedang jenuh.
It's been 3 years since I'm waiting for your book.
Dari SMA sampai sekarang sudah lulus kuliah.
Saya juga pernah mengalami keraguan ketika menulis. Banyak negatif thinking,
tapi dari karya mbak, saya belajar untuk terus menggali lagi.
To be honest,
I don't know why you haven't finished Jingga Untuk Matahari till now :(
Bahkan fanfiction2 mulai bertebaran dimana-mana.
Membuat saya khawatir...
saya akan kehilangan karakter yang saya cintai.
Saya takut saya akan mulai membaca salah 1 atau bahkan salah berapapun dari fanfiction itu, dan mempercayai endingnya.

You know,
i would never be I am right now without imagining the whole of your inspiring stories.
Saya harap, mbak menundanya karena ingin endingnya benar-benar seperti rollercoaster.
Menegangkan, tapi disisi lain menyenangkan dan memuaskan :D
I wish you would never give up on this.

Cheers, mbak ! :)
No matter how long does it takes, i know it will find its way.

Love Jingga untuk Matahari, kapanpun dia terbit.

Salam hangat dari kota Gudeg,
Ainun

Tuesday, November 18, 2014

Mirror

Pernahkah kamu berpikir di suatu pagi,
bahwa kamu bangun dengan seseorang terlintas di benakmu?
Aku pernah.
Pernahkah kau rasakan betapa hangatnya mentari,
sehangat senyumnya yang menurutmu sempurna, diatas ketidaksempurnaan di dunia ini?
Aku pernah.

Berapa kali kamu memikirkan tentang seseorang, tentang sebuah rasa,
walau hanya satu detik dalam sehari?

Dan ketika kamu berjalan diantara rintikan gerimis, seakan kamu ingin berhenti.
Menikmati tetes air yang jatuh dan menari bersama dirinya.

Kamu ingin membekukan waktu agar tidak bergerak,
Meski sejenak.
Menjadikan duniamu, dunianya, menyatu dalam sebuah jeda.
Hanya ada kau, dia, dan tarian hujan kalian berdua.

Di akhir cerita,
Kamu melihat purnama menggantung. Senyumnya menyanyikan lagu pengantar tidurmu.
Kau bayangkan ia, yang mungkin lebih jelita dari purnama.
Dia yang tiada tandingnya dibandingkan gemerlapnya kejora diatas sana, dan kau tahu itu..
Kau selalu tahu.

Aku pernah, dan mungkin salah menceritakannya padamu.
Tapi pernah ada kita diantara dunia.
Pernah ada kita dengan segala resiko sebab dan akibat.
Yang membuat mentari bisa tersenyum begitu hangatnya,
Kemudian pelangi datang setelah hujan yang kita tarikan.
Dan sesungguhnya bukan purnama yang mengantarkanmu ke alam mimpi.

Adalah dia, yang kau rindukan kehadirannya.
Dia... yang menyanyikan lagu pengantar tidur sampai ke hatimu.
Sehingga kamu bisa menciptakan alam mimpi.
Tapi mungkin kamu mendadak lupa, hilang ingatan begitu saja setelah terjaga dari tidur lelapmu.

Bersamamu, aku mengerti hidup.
Semakin hari terasa semakin kulihat bayangmu diantaraku. Bayangku diantaramu.
Kita seperti sebuah cermin ajaib.
Satu untuk semua, dan semua untuk satu.

Akankah aku masih bagian dari alam bawah sadarmu?
Akankah kita masih bisa berkaca satu sama lain?
Diantara sejuta kata, mungkinkah kamu bisu?
Dan pertanyaan-pertanyaan ini seakan tanpa emosi,
memberondongku,
Semu.

Yogyakarta,
Di sela-sela belajar ujian.
Ainun.

Wednesday, August 13, 2014

Cinta Kilometer

You know, the  time I thought about this is..umm... banyak hal.
Lingkungan tempat aku berada adalah lingkungan "LDR... LDR everywhere".

Mama adalah orang terkuat (sejauh ini) yang pernah aku tahu. Bertahan dengan LDR 2 mingguan dengan tempat kerja papa di Laut Cina Selatan sana. 
Bayangin, buat ke tempat kerja aja, papa butuh ganti pesawat 2 kali dan 1 helikopter, saking jauhnya...
Nggak tahu apa yang membuat mereka bertahan sampai sekarang selain kami berlima.
Mungkin cinta adalah satu-satunya alasan yang membuat keduanya tetep kekeuh dengan LDR. 
Tapi aku salut, dengan komunikasi tiap hari yang dibela-belain sama papa. Sekedar nanya kabar, tanya makan apa hari ini, ada PR kah, dan lain sebagainya sehingga jarak nggak membuat kami berlima kehilangan sosok seorang ayah selama 2 minggu papa kerja disana. 
I think, that was the most beautiful thing they did to us. They always give us lots of love through the distance.

Pasangan kedua yang aku ketahui LDR beda kota adalah tante aku sendiri. Tante LDR sama om. Om aku pulangnya seminggu sekali. Iya, jadi Sabtu-Minggu balik ke Jogja, ntar Senin-Jumat berangkat ngantor. 
Dan aku punya tiga sepupu yang masih berusia belia yang sering dikontak ayahnya dari jauh. Entah telpon, skype, bbm, dan lain sebagainya. Aku rasa tante sama kuat batinnya sama mama. I wish I can get the feelings like that..

Banyak hal yang membuat aku belajar dari lingkungan, dari sahabat maupun temen deket. Rata-rata mereka adalah orang dengan komitmen berjarak.  Makanya, ketika aku dihadapkan dengan pilihan LDR, itu semacam... relax man, everyone did it well :))

Though I'm not sure yet, if it will going well like I thought. 
Mungkin yang aku perlukan cuman beberapa waktu untuk beradaptasi sejenak, untuk sekedar ngangenin dia, atau untuk sekedar memikirkan bahwa dengan jarak, keadaan seseorang bisa menjadi amat sangat berarti.

Let me give you some explanation about "distance" via tante wikipedia :
"Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu.

 Dalam fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung). 

Dalam bidang matematika, jarak haruslah memenuhi kriteria tertentu.
Berbeda dengan koordinat posisi, jarak tidak mungkin bernilai negatif. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor.
Jarak yang ditempuh oleh kendaraan (biasanya ditunjukkan dalam odometer), orang, atau obyek, haruslah dibedakan dengan jarak antara titik satu dengan lainnya."

Udah bingung? Hehe...sama. Liat peta. Satuan jarak selalu diukur dengan meter atau kilometer. Jadi jarak adalah suatu hal yang bisa kamu ukur ketika kamu sedang berjauhan dengan orang-orang terkasih *cieh*
 
Ada beberapa kendala ketika kamu LDR, seperti..kamu dituntut untuk percaya lebih, kamu dituntut untuk perhatian lebih, dan mungkin...kamu akan lebih was-was dari yang biasanya. Karena dengan berjauhan, parameter kejujuran seseorang menjadi sangat penting untuk kepercayaan satu dengan yang lain.
Aku rasa, kendala hanyalah puzzle yang belum kalian pecahkan, dan ketika kamu bisa mengatasi itu, jarak menjadi nggak ada apa-apanya dibandingkan kasih sayang kalian.

Poin-poin yang bisa kalian pelajari dari "cinta kilometer" (dan sudah aku pelajari dari mereka) :

1. Ketika kamu dilanda LDR, yang terpenting adalah komunikasi.
Jaman dulu lebih susah daripada jaman sekarang. Harus lewat surat, telepon pun jarang yang punya. Sekarang? teknologi macem-macem. Tinggal niat aja, mau atau nggak.

2. Trust is the key
Rata-rata kenapa orang bisa bertahan dengan keadaan, karena mereka keeping trust, dan yang lain memegang kepercayaan itu dengan erat. Kayak megang balon, kalo nggak kuat genggamannya bisa terbang. Begitulah kenapa kalian harus percaya dengan orang yang kalian cintai.

3. Tahan godaan
Ini penting :))
Buat siapapun kalian diluar sana, yang lagi LDR sama pasangan, godaan adalah yang terberat. Dan kalian harus menanamkan niat yang kuat dalam hati untuk tahan. Kata orang, meraih itu mudah, mempertahankan itu yang sulit. Bagiku, mempertahankan adalah salah satu cara gimana kalian bisa survive. Ketika kalian nggak bisa, gimana di masa depan nanti? ketika lebih banyak tantangan yang akan kalian hadapi, rintangan dan halangan yang ada, harusnya bikin semakin kuat, bukannya melemah. Itulah kenapa manusia dikasih cobaan.

4. If you're missing them much...
Aku tahu, ada beberapa kangen yang nggak bisa terungkapkan. Misal...ketika kamu kangen sama orang yang udah nggak disisi kalian lagi. Aku pun...pernah kangen sama mendiang nenek.
Yang perlu kalian lakukan adalah... make your mood better. .Kasih waktu untuk ngangenin orang yang kalian cintai, barang semenit, dua menit, atau waktu yang kalian atur sendiri. Buka lagi beberapa foto atau kenangan yang pernah dia kasih sekedar penyemangat. Supaya kalian ingat, tidak ada bukan berarti nggak cinta lagi bukan? :)
Mereka yang telah tiada mencintai kalian dengan cara mereka sendiri :") 

Dan cara itu juga bisa kalian lakukan ketika orang yang kalian cintai masih ada. Buka lagi album lama, atau melakukan hobi yang sama yang kalian lakukan waktu masih tanpa jarak, akan sedikit mengobati rasa kangen, I guess so.. 


5. Try something new
Coba ke tempat baru, untuk ngilangin rasa jenuh berjarak. Kamu bisa rileks sendirian, atau ajak temen-temen. Kamu bisa melakukan hal-hal baru yang nggak pernah kamu lakukan sebelumnya. Mungkin itu bisa membantu mengisi waktu luang sebelum kalian berkomunikasi sama orang-orang yang lagi nun jauh disana dan sedang berkegiatan.

Aku rasa itu aja yang bisa aku bagi. Terimakasih udah mampir dan baca postingan ini. Semoga bermanfaat.

"Keep the distance only a distance,
and you will get something better than just a distance."

*note*
Ditujukan untuk semua orang yang mengalami cinta kilometer dengan orang-orang terkasih, baik itu orang tua, pasangan, kakak-adik, dan lain sebagainya.


Ciao! Salam jarak jauh,
-Aii-